Football

Bukan Ibrahimovic, Masa Depan Manchester United Adalah Marcus Rashford

Awal musim Liga Eropa UEFA kali ini, Manchester United bukanlah menjadi klub yang menjadi unggulan bandar judi online untuk membawa pulang trofi bergengsi ini. Akan tetapi laga dini hari tadi antara Manchester United melawan Anderlecht bisa jadi menjadi pembuktian titik balik klub tersebut sebagaimana Marcus Rashford berhasil membawa timnya melaju ke semi final. Performa yang ditunjukkan Rashford bisa jadi mengakhiri karir rekan setimnya, Zlatan Ibrahimovic.

Baru sekitar setahun yang lalu, Rashford yang masih remaja pertama kali menjadi penyerang yang bermain di kompetisi ini, dan ternyata terbukti sekali lagi bahwa ia membuktikan ia mampu bersinar lebih cerah dibandingkan saat kontrak pertamanya tahun lalu. Ketika Rashford belum bermain, sosok Ibrahimovic sebagai penyerang menunjukkan kelelahan yang jelas setelah klub bergantung sangat besar kepadanya di musim ini.

Yang lebih mengkhawatirkan bagi MU adalah Ibrahimovic mulai menunjukkan performa buruk lewat sejumlah aksinya yang terkesan terburu-buru, kasar dan cenderung curang. Tidak bisa lagi disebut sebagai pemain penyerang tengah kelas dunia, ia lebih cocok disebut sebagai pembual karir sendirinya. Masa depan bagi pemain berusia 35 tahun tersebut tetap tidak jelas setelah menandatangani satu tahun kontrak dengan opsi perpanjangan tahun kedua. Namun penampilannya malam hari waktu setempat tadi, menunjukkan ia tak layak menjadi pertaruhan Jose Mourinho yang sudah memiliki calon pengganti di depannya.

Sedangkan Rashford merupakan pemain berbakat yang jelas-jelas spesial. Karena di laga dini hari tadi, ia berhasil menjebolkan gawang Anderlecht 1x, 7x dribble, ditambah 1 asisst, termasuk 1 assist menawan kepada Paul Pogba yang hampir menghasilkan gol, ia membuktikan ia adalah salah satu pemain terbaik yang dihasilkan Manchester United beberapa tahun belakangan ini.

Ferguson diberkahi dengan generasi emas seperti Ryan Giggs, Paul Scholes, David Beckham dan Neville bersaudara. Pemain berusia 19 tahun ini juga termasuk salah satu yang tidak boleh diabaikan. Rashford bisa bermain di posisi sayap atau penyerang depan, ketenangannya yang bisa mengimbangi Henrikh Mkhitaryan menunjukkan dia dapat juga menjadi pemain sayap yang mematikan. Namun, assist Rashford yang menyumbang gol pertama untuk Manchester United di laga dini hari tadi menyatakan ia lebih cocok ditempatkan sebagai penyerang depan.

Dengan rekor 8 gol di 18 pertandingan di posisi tengah depan yang dia lebih sukai di musim lalu, Rashford mengingatkan akan sosok Michale Owen muda. Ia telah melewati masa magangnya dengna kemampuannya yang serba bisa, dan telah menunjukkan bahwa ia siap untuk langsung menggantikan pemain utama saat ini.

Leave a Reply